-->

Bantah Ada Siksa Ustadz Maaher, Polri Ingatkan Pidana Jika Sebarkan Hoaks

- Februari 10, 2021

Rusdi Hartono

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantah jika penyebab kematian Maaher At-Thuwailibi lantaran mengalami penyiksaan oleh anggota.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menegaskan bahwa Maaher meninggal karena mengalami sakit.

"Mengenai meninggalnya almarhum sudah dijelaskan bahwa karena sakit," kata Rusdi, Rabu (10/2/2021).

Rusdi pun mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pemberitaan atau narasi di media sosial yang menyebutkan penyebab kematian Maaher selain karena sakit.

"Jika ada keraguan, tanya kepada pihak yang berkompeten. Dan jangan menyebarkan berita bohong karena merupakan tindak pidana," lanjutnya.

Sebelumnya, Mabes Polri menyatakan tidak mengungkap sakit yang diderita oleh Maaher dengan alasan sensitif dan terkait nama baik keluarga.

"Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini adalah sakit yang sensitif ya. Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono dalam konferensi pers daring, Selasa (9/2/2021).

Ustadz Maaher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri. Dia meninggal pada Senin (8/2/2021) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Ustadz Maaher berstatus tahanan kejaksaan yang dititipkan di Rutan Bareskrim Polri. Sewaktu menjadi tahanan Dittipidsiber Bareskrim, Ustadz Maaher sempat dibantarkan karena sakit. []

 

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search