-->

KH Asad Ali Minta PBNU Tegas: Saya Mensinyalir Ada Abu Janda-Abu Janda yang Lain

- Januari 31, 2021

KH Asad Sail Ali

Mantan Wakil Ketua Umum PBNU sekaligus Mantan Wakil Kepala BIN, KH As’ad Said Ali, angkat bicara soal Permadi Arya alias Abu Janda. Ia meyakini Abu Janda adalah penyusup dan masih ada Abu Janda-Abu Janda lain yang berpura-pura membela NU.

Berikut ini pernyataan As’ad Said Ali melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (30/1/2021).

Beberapa tahun yang lalu, selaku Ketua Dewan Penasehat Anshor, saya merpertanyakan kepada pimpinan GP ANSHOR tentang Abu Janda, setelah dia bicara ngawur tentang NU di tivi. Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Anshor/NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Anshor/Banser.

Setelah dicek, ternyata tidak ada rekomendasi dari Cabang atau Wilayah Anshor/Banser sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi Anshor/Banser. Ia diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU, saya kira dengan pertimbangan prasangka baik dan tidak mengecek latar belakang siapa sebenarnya Abu Janda.

Oleh pimpinan Banser yang bersangkutan sudah ditegur untuk tidak  bicara tentang ke-NU- an atas nama Anshor dan juga menginfokan beberapa media terkenal mengenai hal itu. Persoalannya, ia sudah terlanjur pernah memakai seragam Banser di media dan publik menyangka ia bagian dari NU padahal fikrah dan akhlaknya bukan pengikut aswaja.

Kerusakan provokasi yang ditimbulkannya  di lingkungan NU selama ini cukup besar. Beberapa pondok pesantren merasa terusik dan bahkan ada yang menjauhi (mufarakah) dari struktur NU. Misalnya di daerah sekitar Bogor, karena apa yang disampaikan oleh Abu Janda bertolak belakang dengan fikrah an Nahdliyah. Saya mensinyalir ada Abu Janda-Abu Janda yang lain yang berpura-pura membela NU melalui medsos , tetapi sesungguhnya musang berbulu domba.

Baca juga: Katib Syuriyah PBNU: Abu Janda Tak Pantas Disebut NU

Sebagai warga nahdliyin saya menyarankan, “Sudah saatnya  PBNU secara resmi bersikap tegas terhadap Abu Janda”. Dia memanfaatkan nama besar NU untuk kepentingan pribadi yang kalau dibiarkan akan merusak keutuhan NU.

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search